Tampilkan postingan dengan label Budidaya Kerapu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Kerapu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Desember 2017

Berbagai Macam Jenis Ikan Kerapu - Budidaya Ikan Kerapu bersama Mulia Kerapu. HP/Wa : 0822 3629 7658


Ukuran ikan Kerapu ini bisa mencapai ukuran yang besar sekitar 2 meter. Namun rata-rata ikan ini ditangkap oleh nelayan sebesar 20 – 100 cm. Selain itu ikan Kerapu ini memiliki ciri khas tubuh yang memiliki bintil-bintil pada tubuhnya. Warna ikan ini bermacam-macam, terkadanga ada yang berwarna coklat, merah, abu-abu, hitam, tergantung dari jenis ikan Kerapu. Ikan Kerapu juga dikenal dengan gaya ikan kamuflase yang baik karena dapat menyesuaikan warna tubuhnya dengan lingkungan sekitar. Selain itu ikan Kerapu memiliki duri pada siripnya yang keras dan tajam.



Selain itu Ikan Kerapu juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya manfaat ikan Kerapu ialah mengurangi resiko terkena penyakit jantung. Selain itu Ikan Kerapu juga memiliki kandungan Omega 3, Asam Amino, V itamin B Kompleks, Taurin, dan Selenium. Namun tidak disarankan untuk mengkonsumsi ikan Kerapu dalam jumlah tinggi karena mengandung merkuri yang cukup tinggi.
Jenis ikan kerapu :
•  Kerapu batik (E. polyphakeion syn. E. microdon)
•  Kerapu kertang (Epinephelus lanceolatus)
•  Kerapu sunuk/merah/lodi (Plectropomus leopardus)
•  Kerapu lumpur (Epinephelus bleekeri Vaillant, 1878)
•  Kerapu macan (E. fuscoguttatus)
•  Kerapu muara (E. coioides)
•  Kerapu tikus/bebek (Chromileptes altivelis)

Selasa, 26 Desember 2017

Manfaat Ikan Kerapu - Pesan Ikan Kerapu. 0822 3629 7658 Mulia Kerapu

Kandungan Ikan Karapu

Ikan karapu mempunyai beberapa kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh yakni terhindar dari penyakit jantung koroner serta mampu meningkatkan kecerdasan otak. Beberapa olahan ikan karapu bahkan dapat dijadikan menu yang lezat dan kaya manfaat bagi tubuh. Untuk mengetahui apa saja manfaat ikan karapu maka kita perlu mengetahui beberapa kandungan yang terdapat pada ikan karapu



Berikut kandungan nutrisi atau Gizi Ikan Karapu dengan takaran 100 gr :
Jumlah Kandungan Energi Ikan Kerapu = 168 kkal
Jumlah Kandungan manfaat protein Ikan Kerapu = 32,4 gr
Jumlah Kandungan lemak Ikan Kerapu  = 1,2 gr
Jumlah Kandungan manfaat karbohidrat Ikan Kerapu  = 4,5 gr
Jumlah Kandungan manfaat kalsium Ikan Kerapu = 320 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Ikan Kerapu = 343 mg
Jumlah Kandungan manfaat zat besi Ikan Kerapu = 6 mg
Jumlah Kandungan manfaat vitamin A Ikan Kerapu = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Ikan Kerapu = 0,01 mg
Jumlah Kandungan manfaat vitamin C Ikan Kerapu = 0 mg
Manfaat Ikan Karapu Secara Umum

Ikan karapu merupakan jenis ikan yang dapat dikonsumsi hingga 70 % dari keseluruhan bagian tubuh. Kelezatan daging ikan karapu serta lamanya proses produktivitas menjadikan ikan ini sangat diminati oleh konsumen sehingga harganya pun tergolong mahal. Kandungan asam lemak tak jenuh atau manfaat omega 3 pada ikan karapu bahkan dapat membantu meningkatkan kecerdasan otak. Tubuh membutuhkan asupan asam lemak esensial yang terdiri dari omega 3 dan manfaat DHA karena tubuh tidak dapat membentuknya secara mandiri. Asupan beberapa kandungan gizi yang terdapat pada daging ikan karapu akan menjadi stimulan positif yang bermanfaat bagi kekuatan daya ingat otak. Manfaat lain dalam bidang kesehatan yakni dapat menghindarkan tubuh dari penyakit jantung koroner dan cacat permanen akibat serangan jantung atau stroke.

Kamis, 21 Desember 2017

Peluang Ekspor Ikan Laut - 0822 3629 7658 Mulia Kerapu

Ikan kerapu merupakan salah satu jenis ikan laut, yang biasanya hidup di karang-karang. Ada 46 jenis spesies ikan kerapu di dunia, namun yang umum ditemukan di perairan Indonesia saat ini adalah kerapu bebek/tikus, kerapu lumpur, kerapu kertang, kerapu macan, kerapu totol, kerapu karang, kerapu pasir dan kerapu sunu.



Di beberapa negara tropis, ikan kerapu (Groupers) sudah mulai di budidayakan secara komersil. Selain memiliki rasa daging yang lezat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi, ikan kerapu juga memiliki harga jual yang tinggi di pasar dunia. Mahalnya harga komoditas ini dikarenakan ketersediaannya di alam mulai berkurang, sedangkan permintaan pasar dunia semakin tinggi.
Budidaya ikan kerapu juga telah digalakkan di Indonesia selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga sebagai komoditas ekspor. Ikan kerapu dari Indonesia di ekspor dalam kondisi hidup ke Hongkong, Taiwan, China, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Filipina, USA, Australia, Singapura, Malaysia dan Perancis.

Budidaya Kerapu Paling Banyak di Sumatera, Papua dan Jawa
Budidaya kerapu paling banyak dilakukan di Sumatera dan Papua. Produksi kerapu di wilayah Sumatera pada 2015 mencapai 7.336 ton, sedangkan di Papua dan Maluku sebesar 4.509 ton. Kerapu juga banyak dikembangkan di area Jawa dengan produksi mencapai 1.148 ton.

Data terakhir yang di dapat dari BPS, produksi ikan kerapu adalah sebanyak 113.368 ton, yang terdiri dari 13.464 ton hasil budidaya dan 99.904 ton hasil tangkapan. Ekspor ikan kerapu di tahun yang sama mencapai US$ 19,8 juta dengan volume 2.552 ton. Dan dari jumlah tersebut, 90 persennya dikirim ke Hongkong. Rata-rata berat badan ikan kerapu per-ekor yang di ekspor antara 500-800 gram.
Perairan Indonesia yang sangat berpotensi untuk membudidayakan ikan kerapu di keramba jaring apung diantaranya adalah; Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Papua, Situbondo-Jawa Timur, Bali, Berau.

Senin, 18 Desember 2017

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Kerapu - 0822 3629 7658 Mulia Kerapu

Berlokasi di Situbondo. PT MULIA WISNUSETYA INDONESIA menawarkan kerjasama bagi hasil budidaya pembenihan ikan kerapu dengan keuntungan pasti per 50 hari selama 14 x. Kerjasama bagi hasil sepenuhnya akan di kelola secara profesional dan ditangani oleh sumber daya manusia yang berpengalaman dan terampil sehingga memungkinkan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal dengan nol resiko.

Dengan pengalaman yang cukup dalam budidaya ikan kerapu, PT MULIA WISNUSETYA INDONESIA menawarkan kenyamanan, keamanan dan keuntungan dalam mengelola kerjasama bisnis autopilot ini.



Info lebih lanjut hubungi kami di 0822 3629 7658
Marketing PT Mulia Wisnusetya Indonesia
Mall City Of Tomorrow
Lantai 1, FS – 59 / 02
Jl. Ahmad Yani No. 288, Surabaya
Phone : 031 8292393

Kamis, 13 April 2017

Indonesia Sukses Budidaya Ikan Kerapu, Produksinya Terus Meningkat - Mulia Kerapu




Ikan kerapu menjadi salah satu komoditas yang memiliki potensi cukup besar untuk diekspor oleh Indonesia selain ikan tuna. Populasi ikan jenis karang tersebut di Indonesia juga terus naik dari tahun ke tahun.

Salah satu sebabnya ialah karena ikan kerapu di Indonesia berhasil dibudidaya. Hal tersebut justru berbeda dengan negara lain yang masih mengandalkan penangkapan besar-besaran ikan kerapu dari laut dalam.

“Ikan kerapu merupakan ikan jenis karang yang sudah berhasil dibudidayakan. Indonesia termasuk yang sudah berhasil kembangkan budidaya ikan kerapu,” kata Peneliti di Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim, dari (kumparan.com), Sabtu (1/4).

Menurut data Badan Pangan Dunia atau FAO, peningkatan produksi ikan kerapu sudah terjadi sejak tahun 2009 di mana saat itu produksinya mencapai 8.791 ton. Sedangkan di tahun 2010 produksinya naik menjadi 10.398 ton dan puncaknya terjadi di tahun 2013 menjadi 18.864 ton.

Berdasarkan hal di atas terlihat bahwa budidaya ikan kerapu merupakan salah satu peluang bisnis yang cukup potensial dikembangkan di Indonesia. Terlebih saat ini Balai-Balai Perikanan Budidaya Ikan sudah banyak berhasil mengembangkan benih-benih ikan kerapu.

“Artinya benih ikan kerapu tidak lagi tergantung pada benih alam yang ditangkap oleh para nelayan,” imbuhnya.
Hingga saat ini, Sumatera Utara masih menjadi produsen ikan kerapu terbesar di Indonesia dengan produksi 4.858,25 ton atau 7,2 juta ekor ikan kerapu. Sedangkan di Pulau Jawa, Jawa Timur masih menjadi produsen ikan kerapu tertinggi dengan volume mencapai 729,54 ton atau sekitar 1,09 juta ekor.
“Bahkan di Situbondo, Jawa Timur sudah banyak berkembang pembenihan ikan kerapu milik masyarakat, sampai-sampai Situbondo dijuluki Kota Kerapu,” jelasnya.

Sumber : https://kumparan.com/wiji-nurhayat/ri-sukses-budidaya-ikan-kerapu-produksinya-terus-naik.

Mulia Kerapu
Jual Bibit Ikan Kerapu, Pengiriman ke seluruh Indonesia. Info lengkap silahkan hubungi kami di 0822 3629 7658 / 0813 3277 3773.

Rabu, 29 Maret 2017

Budidaya Ikan Kerapu: Tips Memilih Lokasi untuk Ternak Kerapu - Mulia Kerapu

Budidaya Ikan Kerapu: Tips Memilih Lokasi untuk Ternak Kerapu




Mulia Kerapu - Idealnya, menernak ikan kerapu berada di habitat aslinya. Lokasi budidaya jauh dari muara sungai atau area tambak-tambak kolam ikan konsumsi dan udang. Pasalnya, muara merupakan tempat terkumpulnya aneka limbah baik limbah rumah tangga maupun limbah organik sehingga kualitas airnya buruk bagi kehidupan ikan-ikan kerapu. Selama ini, bila penyakit sudah menyerang ikan-ikan kerapu, tak ada obat yang manjur mengatasinya.

Habitat asli ikan kerapu yaitu di terumbu-terumbu karang, mulai dari perairan dangkal sampai pada kedalaman 100 meter. Ikan-ikan ini betah berada di antara rumpon-rumpon alami maupun buatan. Ikan kerapu muda menyukai perairan karang pantai yang berkedalaman 1-3 meter. Dasar perairan yang berpasir dan ditumbuhi padang lamun (seagrass) sangat disukai oleh ikan-ikan kerapu kecil. Seiring dengan tumbuh kembangnya, ikan-ikan dewasa berpindah ke perairan yang lebih dalam (7-40 meter).

Lokasi ternak ikan kerapu yang berupa keramba jaring apung sangat sedikit mengalami gangguan alam. Contohnya saja, deburan ombak yang terus-menerus terjadi, badai dan gelombang besar dan peralihan arus laut yang ekstrim. Deburan ombak yang terjadi terus-menerus akan membuat air bergejolak yang mengakibatkan ikan-ikan jadi stress. Nafsu makan ikan bisa berkurang drastis. Badai yang datang bisa merusak konstruksi kolam. Hal yang sama juga dengan adanya arus laut yang kuat yang mengakibatkan posisi keramba berantakan, bahkan hanyut. 

Lokasi keramba jaring apung juga harus jauh dari lalu lintas kapal atau perahu nelayan yang biasanya memang mengeluarkan suara keras pada mesinnya. Kapal-kapal juga berpotensi membuang limbah pada perairan seperti minyak dan oli yang berdampak buruk bagi kehidupan ikan-ikan.

Lokasi ternak ikan kerapu yang terbaik yaitu berada di sekitar teluk dan berada di selat. Bagus juga lokasi yang berada di perairan terbuka dengan terumbu karang sebagai penghalang (barrier reef). Perairan harus jernih dan terbebas dari kejadian alam seperti arus balik (up welling).

Parameter-parameter lainnya yang harus terpenuhi, antara lain; parameter fisika dan kimia perairan. Salinitas yang bagus untuk kehidupan ikan kerapu yaitu 28-32 ppt. kisaran suhu air laut 27-290 C. Hindari perairan yang suhunya terlalu fluktuatif karena mengganggu metabolisme tubuh. pH air normal yang cenderung mendekati basa (6,5-8). pH air yang cenderung asam tidak bagus untuk ikan kerapu. Aktivitas ikan turun, lemah dan mudah terinfeksi. Jika pH air terlalu basa, warna kulit putih keruh, sirip mengembang yang disertai dengan kerusakan pada kulit dan insang.


Pada saat pemberian pakan juga harus memperhatikan sifat jenis kerapu yang dipelihara. Untuk kerapu macan, cara pemberian pakan bisa ditebar merata. Untuk kerapu bebek, cara pemberian pakan harus sedikit demi sedikit seperti layaknya menyuapi bayi. Cara penebaran juga harus dengan teknik yang benar. Untuk populasi 10.000 ekor, memasukan benih-benih kerapu tidak sekaligus dalam satu waktu. pertama 2.000 ekor, pada bulan berikutnya baru ditambahkan lagi. Penebaran 2.000 ekor pertama itu untuk mengetahui respon ikan terhadap leingkungan lokasi ternak ikan kerapu. Jika tumbuh bagus berarti penambahan ikan kerapu bisa dilanjutkan.

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat

Mulia Kerapu, mediakan benih kerapu budidaya Cantang dan Cantik. Info pemesanan lengakap hubungi kami di Telp/Wa 0822 3629 7658 / 0813 3005 5300 / 0813 3277 3773

PT Mulia Wisnusetya Indonesia 
Mall City Of Tomorrow
Lantai 1, FS – 59 / 02
Jl. Ahmad Yani No. 288, Surabaya 
Phone: 031 8292393

Kamis, 16 Maret 2017

Budidaya Kerapu: Inilah 7 Alasan Melakukan Budidaya Ikan Kerapu


Mulia Kerapu - 7 Alasan Melakukan Budidaya Kerapu. Kerapu yang dikenal dengan nama  grouper ini merupakan ikan yang dapat dibudidayakan di dua tempat yaitu budidaya laut dan budidaya tambak. Namun perkembangan budidaya kerapu sangat baik jika dilakukan di perairan laut. Jika melihat produksinya, budidaya kerapu berkembang dengan baik. Produksi ikan kerapu selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu tahun 2008 sebesar 5.005 ton, tahun 2009 sebesar 8.791 ton dan tahun 2010 sebesar 10.301 ton.

Produksi ikan kerapu di Indonesia tersebar hampir di setiap provinsi di Indonesia. Produksi ikan kerapu untuk ukuran konsumsi, terbesar terletak di Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Aceh dan Lampung. Produksi ikan kerapu dari budidaya pada dasarnya dapat lebih dikembangkan lagi. Hal ini jika melihat beberapa hal yang mendukung perkembangan budidaya kerapu tersebut baik faktor dari dalam negeri maupun dari luar negeri. 

Berikut ini antara lain beberapa alasan budidaya ikan kerapu dapat berkembang lebih baik, yaitu :

  • Budidaya laut di Indonesia salah satu sektor yang pertumbuhannya pesat
Selama ini pertumbuhan dan pertkembangan produksi budidaya ikan laut lebih banyak dipengaruhi oleh produksi rumput lautnya terutama jenis Euchema cottonii. Namun apabila dilihat dari sisi nilainya maka tidak hanya rumput laut tapi komoditas lain pada budidaya rumput laut akan muncul. Salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi adalah ikan kerapu. Perkembangan ikan kerapu selama beberapa tahun belakangan cukup pesat. Pada tahun lalu, tahun 2010, produksi kerapu mencapai 10.397 ton.


  • Pemanfaatan lahan di laut untuk budidaya masih sangat kecil
Potensi budidaya laut di Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan dengan budidaya lainnya. Potensi budidaya laut di Indonesia mencapai total luas lahan sebesar 3.776.000 Ha, sementara lahan yang dimanfaatkan hanya sekitar 45.676 Ha atau sekitar 1,21 % tingkat pemanfaatannya.

Pemanfaatan Lahan Budidaya di Indonesia
Jenis Budidaya
Lahan Potensi (Ha)
Pemanfaatan Lahan (Ha)
Tingkat Pemanfatan (%)
Budidaya Laut
3.776.000
45.676
1,21
Budidaya Air Payau
1.225.000
682.725
55,73
Budidaya Air Tawar
2.230.500
399.639
17,91

Propinsi
HSRT (unit)
Skala Kecil
Sepenggal
Lengkap
Lampung
-
17
3
Jawa Timur
43
9
12
Banten
-
1
-
Maluku
-
3
-
Bali
-
18
5
Jawa Tengah
-
7
-
Sulawesi
-
4
-
b) Wadah dan sarana sederhana dan standar minimal
c) Jumlah karyawan sedikit (2-4 orang)
d) Jumlah bak larva sedikit (4-6 bh)



Sumber : Statistik Perikanan Budidaya 2009


  • Permintaan dunia cenderung meningkat (35.000 ton/th)
Salah alasan mengapa melakukan kegiatan budidaya kerapu adalah bahwa kerapu merupakan komditas ekspor yang sangat digemari. Permintaan akan ikan kerapu setiap tahunnya mengalami peningkatan. Permintaan akan komoditas kerapu mencapai 35.000 ton per tahunnya. Jika dibandingkan dengan produksi nasional Indonesia pada tahun 2010 dengan asumsi semuanya diekspor maka produksi kerapu nasional hanya memenuhi sekitar 30% permintaan pasar dunia.


  • Harga Kerapu yang tinggi (US$ 25 – US$ 125 )
Hampir seluruh komoditas budidaya laut merupakan komoditas ekspor yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Harganya dipasaran dunia sangat baik dibandingkan dengan ikan air tawar. Begitu pula dengan yang kerapu, harganya dipasaran dunia mencapai US$ 25 – US$ 125 dan Indonesia merupakan salah satu ekspotir ikan kerapu terbesar di dunia. Pemasaran ikan kerapu Indonesia tersebar di beberapa Negara, yaitu Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei dan Filipina.

  • Tingkat keberhasilan perbenihan dan budidaya cenderung meningkat dan Teknologi sudah dikuasai.
Kerapu memiliki banyak jenisnya antara lain kerapu Tikus/bebek, Kerapu Macan, Kerapu Sunu, Kerapu Kertang, Kerapu lumpur dan kerapu budidaya dan lain-lain. Dari sekian banyak kerapu teknologi budidaya kerapu telah dikuasai, baik dari segi pembenihannya maupun pembesarannya dan sekarang telah berkembang ikan kerapu jenis baru, hasil persilangan antara beberapa jenis kerapu. Ikan kerapu hasil persilangan yaitu kerapu Cantang dan kerapu Cantik. Kerapu Cantang adalah kerapu hasil persilangan kerapu macan dan kerapu kertang sementara kerapu Cantik adalah kerapu hasil persilangan kerapu macan dan kerapu batik.

Baca juga: Kerapu Cantang: Kerapu Hibrid Unggul Hasil Persilangan Kerapu Macan & Kertang & Kerapu Cantik Adalah


  • Berkembangnya pembenihan skala besar dan kecil/HSRT
Pembenihan ikan kerapu sekarang tidak lagi dilakukan dengan skala besar. Saat ini sudah banyak berkembang pembenihan ikan kerapu skala kecil dengan model HSRT atau Hatchery Skala Rumah Tangga. Pembenihan skala rumah tangga tersebar di 7 daerah, yaitu Jawa Timur, Lampung, Banten, Maluku, Bali, Jawa Tengah dan Sulawesi. Pembenihan dengan skala rumah tangga atau HSRT terlengkap ada di provinsi Jawa Timur mulai dari HSRT skala kecil, HSRT sepenggal dan HSRT lengkap.

SEBARAN HATCHERY SKALA RUMAH TANGGA DI INDONESIA

Perkembangan pembenihan kerapu begitu menjanjikan hal ini didukung oleh mudahnya membuat tempat untuk membenihkan kerapu. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa tempat pembenihan kerapu mudah dilakukan, antara lain :

a) Sederhana, pengelolaan dari telur sampai ukuran 1 inci (sepenggal)

Adanya Sentra pembenihan kerapu
Sentra pembenihan kerapu telah berkembang dibeberapa wilayah yang siap mensuplai kebutuhan akan benih kerapu untuk pembesaran. Sentra pembenihan kerapu di Indonesia terletak di Situbondo – Jawa Timur, Gondol – Bali, Lampung dan Ambon – Maluku. Kebutuhan akan benih kerapu yang selama ini masih mengandalkan benih dari alam, diharapkan dengan adanya sentra pembenihan ikan kerapu dapat memenuhi kebutuhan akan benih kerapu sehingga proses budidaya ikan kerapu dapat terus berlangsung tanpa terhambat oleh factor benih yang didapat dari alam.

Baca juga : Pembibitan Ikan Kerapu di Situbondo

Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya
Jual benih / bibit Ikan Kerapu, Pengiriman keseluruh Indonesia.
Pemesanan 1 ekor =  3cm, untuk diatas 3 cm dihitung per cm. FREE ONGKIR untuk area Jawa Timur dengan minimal pemesanan 20 ribu ekor.

Info lengkap hubungi kami di 
0822 3629 7658 / 0813 3005 5300 / 0813 3277 3773

Mall City Of Tomorrow
Lantai 1, FS – 59 / 02
Jl. Ahmad Yani No. 288, Surabaya

Kamis, 04 Agustus 2016

Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu Bagian 5: Penyakit dan Penanggulangan

Budidaya Ikan Kerapu - Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu Bagian 5: Penyakit dan Penanggulangan

Budidaya Ikan Kerapu - Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu tak terasa sudah sampai bagian 5, yaitu bagian terakhir dari pembahasan pemeliharaan larva. Untuk Anda yang belum membaca bagian 1 - 4 bisa lihat di artikel sebelumnya. Untuk bagian ke 5 ini, membahas Penyakit dan Penanggulangan pada benih ikan kerapu. Langsung saja kita bahas ya...

Secara umum penanganan penyakit meliputi tindakan diagnosa, pencegahan dan pengobatan. Diagnosa yang tepat diperlukan dalam setiap rencana pengendalian penyakit, termasuk pengetahuan mengenai daur hidup dan ekologi organisme penyebab penyakit. Diagnosa yang tepat akan menghasilkan kesimpulan yang tepat dan tindakan penanggulangan yang lebih terarah.

Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang kerapu sebagai berikut:

1)     Penyakit akibat parasit
a.      Parasit Crustacea (Nerocilla sp., Lepeophtheirus, dan Caligus)
Proses terjadinya serangan parasit diawali oleh menetasnya telur Nerocilla sp. Yang kemudian berkembang di dalam kantung perut ikan bagian bawah. Selanjutnya, telur tersebut keluar, menetas, dan berenang kemudian masuk ke ikan lain. Parasit ini biasanya menempel di bagian dalam mulut ikan. Ciri-ciri ikan yang terserang parasit ini antara lain terjadinya kerusakan pada insang hingga berwarna coklat, nafsu makan ikan turun drastis, dan ikan cenderung mendekati saluran air masuk. Parasit ini terutama menyerang kerapu lewat mulut dan kulit. Akibat serangan parasit ini adalah terjadinya kerusakan pada insang hingga berwarna pucat dan terjadi kerusakan pada sisik kerapu (terkelupas).

Upaya pengendalian parasit-parasit tersebut dengan cara:

  • Menghilangkan parasit secara mekanis menggunakan pinset.
  • Merendam ikan kerapu ke dalam larutan formalin 20 ppm selama satu jam.
  • Merendam ikan kerapu ke dalam air tawar selama 5-15 menit.

b.      Parasit Flatworm (Platyhelmynthes)
Jenis cacing Platyhelminthes yang sering menyerang karapu adalah Diplectenum sp. Parasit ini menyerang kerapu di bagian insang dan organ dalam, seperti usus dan gonade (telur dalam kantung telur). Gejala yang tampak jiak kerapu terserang parasit antara lain penurunan nafsu makan, warna tubuh pucat, produksi lendir berlebihan, menggosok-gosokkan tubuhnya ke dinding, selalu berenang ke permukaan air, dan tampak megap-megap dengan tutp insang terbuka.

Parasit ini bisa dikendalikan dengan langkah-langkah sebagai berikut.


  • Merendam ikan ke dalam larutan formalin 100-150 ppm selama 15-30 menit dan diulangi selama tiga hari berturut-turut.
  • Merendam ikan ke dalam larutan formalin 25 ppm+ Malachite Green 0,15 ppm selama dua jam.
  • Jika sudah terluka, ikan direndam ke dalam larutan Acriflavin 10 ppm selama 1 jam.
  • Merendam ikan ke dalam air tawar selama 10-20 menit.

c.      Skin Monogenoc Trematodes
Skin Monogenic trematodes sering disebut juga dengan skin flukes. Spesies yang termasuk skin monogenic trematodes adalah Benedia sp. Parasit ini menyerang kulit ikan hingga mengakibatkan borokatau necrotic. Dengan demikian, memudahkan penyakit sekunder bakteri dan jamur menyerang ikan. Apabila menyerang mata ikan, warna mata menjadi putih keruh dapat menyebabkan kebutaan. Pencegahan terhadap serangan parasit ini adalah dengan merendam ikan ke dalam air tawar selama 15 menit.

2). Penyakit akibat Protozoa
Ada dua macam penyakit yang disebabkan oleh protozoa Cryptocaryon irritans dan Brooklynella sp. Gejala ikan yang terserang penyakit ini adalah kelesuan, mata buram lepas, perdarahan pada kulit (haemorage), peningkatan produksi lendir, dan pembusukan pada sirip.
Upaya pengendalian yang dapat dilakukan jika kerapu terserang penyakit ini sebagai berikut.
  • Merendam iken ke dalam larutan formalin 100 ppm selama satu jam.
  • Merandam ikan ken dalam larutan formalin 50 ppm+Acriflavin 10 ppm selama satu jam.
  • Merendam ikan dalam larutan formalin 25 ppm+malachite Green 0,15 ppm.
  • Merendam ikan dalam larutan Malachite Green 0,5 ppm selama 30 menit.
  • Jika gejala masih ringan, ikan direndam ke dalam air tawar selama 10-15 menit.

3. Penyakit akibat jamur (fungi)
Ada dua macam penyakit kerapu yang disebabkan oleh jamur, yakni Saprolegniasis yang disebabkan oleh jamur Saprolegnia sp. Serangan Saprolegniasis ditandai oleh perubahan warna kulit menjadi putih keabu-abuan dan tanda serangan Ichtyosporidosis berupa luka berlubang di bagian kepala. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan merendam ikan ke dalam lerutan Methylene Blue 0,1 ppm selama 15-45 dan diulangi selama tiga hari berturut-turut.

4.Penyakit akibat bakteri
Bakteri yang menyerang kerapu sering menyebabkan kerusakan pada sirip sehingga sering juga disebut dengan bacterial fin rot disease. Bakteri ini upaya pengendalian yang bias dilakukan jika kerapu terserang penyakit ini.

  • Merendam ikan ke dalam larutan Nitrofurazone 15 ppm selama 4 jam.
  • Merendam ikan ke dalam Sulphonamide 50n ppm selama 4 jam.
  • Merendam ikan ke dalam Acrillavin 100 ppm selama 1 menit.
  • Jika gejala masih ringan, dapat dilakukan perendaman ke dalam air tawar selama 5-10 menit.

5)  Penyakit akibat virus
Penyakit virus yang menyerang kerapu adalah Viral Necrotic Nerveus (VNN) yang disebabkan oleh virus nodavirus. Larva yang terserang mula-mula tenggelam di dasar bak kemudian akan mengapung di permukaan air dengan kondisi perut menggembung.
Jenis virus lain yang menyerang kerapu adalah Irido virus. Tingkah laku kerapu yang terserang virus ini biasanya tampak lemah dan berdiam di dasar bak sehingga dikenal juga sebagai penyakit sleepy grouper disease. Gejala ikan yang terinfeksi virus ini adalah mengalami anemia atau terjadi pembesaran pada organ limpa.

6)  Penyakit-penyakit Lainnya
Penyakit lain yang menyerang kerapu adalah swim blader syndrome dan pop-eye (mata bengkak). Gejala penyakit swim blader syndrome biasanya berupa ikan tidak bisa berenang secara normal (posisi berenang terbalik) dan perutnya kembung. Upaya penyembuhan swim blader syndrome dengan cara mengeluarkan udara dari dlam perut ikan dengan menggunakan jarum di suntik. Caranya dengan memasukkan jarum suntik ke dalam perut lewat daerah didekat anus. Sambil menyuntik, lakukan pengurutan perut secara perlahan-lahan sampai gelembung udaranya keluar dan perut ikan kempes. Luka bekas jarum suntik segera diolesi obat merah atau bahan antiseptic lainnya.


Demikian untuk update artikel Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu yang terakhir, nantikan pembahasan budidaya ikan kerapu selanjutnya. Jika Anda ketinggalan update artikel sebelumnya Anda bisa lihat melalui link di bawah ini:

Ikuti terus artikel dalam blog ini, untuk update artikel mengenai budidaya dan peluang bisnis ikan kerapu berikutnya. Like Fanpage, follow twitter dan halaman Google plus  kami untuk mendapatkan update artikel terbaru.


Facebook: Mulia Kerapu

Twitter: @MuliaKerapu